title

Sains Sekitar Kita

KBR x The Conversation

0
Followers
0
Plays
Sains Sekitar Kita
Sains Sekitar Kita

Sains Sekitar Kita

KBR x The Conversation

0
Followers
0
Plays
OVERVIEWEPISODESYOU MAY ALSO LIKE

Details

About Us

Mengulas fakta unik dan menakjubkan tentang sains dan berkenalan dengan ilmuwan tanah air yang mendunia!

Latest Episodes

050 - Menengok Perjalanan Sistem Pemilu Di Indonesia Yang Terus Berubah

Tahun 1955 Indonesia menggelar pemilu pertamanya. Ilmuwan politik dari Australia Herbert Feith menyebut pemilu kala itu sebagai pemilu yang ultra demokratis. Sejak saat itu sistem pemilu terus berubah tiap ganti pemerintahan. Sampai di 2019, pemilu dilaksanakan serentak untuk memilih presiden dan legislatif. Apakah ini sistem terbaik? Simak di Sains Sekitar Kita. Disusun Ikhsan Raharjo. Dibawakan Malika. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINFEB 25
Comments
050 - Menengok Perjalanan Sistem Pemilu Di Indonesia Yang Terus Berubah

049 - Fanatisme Politik

Orang yang fanatik berlebihan bisa melakukan bias kognitif. Dia hanya mengambil informasi mana yang disuka saja. Gawatnya fanatisme buta masih bisa tumbuh subur di iklim politik yang demokratis. Selengkapnya di Sains Sekitar Kita bersama Guru Besar Fakultas Psikologi Politik Universitas Indonesia Profesor Hamdi Muluk. Disusun Ikhsan Rahardjo. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINFEB 11
Comments
049 - Fanatisme Politik

048 - Relasi Antara Politikus dan Anak Muda Baru Sebatas Simbolik

40 persen dari total pemilih pada pemilu 2019 adalah orang muda usia 17 sampai 35 tahun. Tak heran, aneka jurus dikeluarkan politikus untuk meraup sebanyak mungkin lumbung suara muda itu. Ada yang coba ganti gaya agar penampilan terlihat lebih muda sampai menggunakan istilah-istilah kekinian saat bicara di depan publik. Sayang, relasi antara politikus dan anak-anak muda ini rupanya masih sebatas simbolik saja. Selengkapnya di Sains Sekitar Kita. Disusun Ikhsan Rahardjo. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINFEB 4
Comments
048 - Relasi Antara Politikus dan Anak Muda Baru Sebatas Simbolik

047 - Cara Berbohong Profesional Seperti Kebanyakan Politikus

Sains sekitar kita kali ini akan membongkar jurus berpura-pura sakit alias malingering yang kerap digunakan politikus dan koruptor. Disusun Ikhsan Rahardjo. Dibawakan Naomi. Selamat mendengarkan. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINJAN 28
Comments
047 - Cara Berbohong Profesional Seperti Kebanyakan Politikus

046 - Hakim Juga Manusia, Mereka Punya Bias dalam Menghukum Terdakwa

Sains Sekitar Kita kali ini membahas hasil riset Yusti Probowati, profesor psikologi forensik pertama di Indonesia tentang bias para hakim ketika memutus perkara di ruang sidang. Selengkapnya seperti disusun Ikhsan Rahardjo berikut ini. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINJAN 21
Comments
046 - Hakim Juga Manusia, Mereka Punya Bias dalam Menghukum Terdakwa

045 - Dr Yosmina Tapilatu, Dari Ambon Sampai Prancis Meneliti Bakteri Laut Dalam

Sains Sekitar Kita kali ini menghadirkan Yosmina Tapilatu dan kecintaannya pada bakteri laut dalam. Kisahnya disusun Ikhsan Rahardjo. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINJAN 21
Comments
045 - Dr Yosmina Tapilatu, Dari Ambon Sampai Prancis Meneliti Bakteri Laut Dalam

044 - Mengapa Bakteri Laut Indonesia Timur Jarang Diteliti?

Sains Sekitar Kita mau mengajak kamu ke perairan Indonesia Timur yang punya banyak harta karun tapi tidak banyak diketahui orang. Simak cerita Yosmina Tapilatu dari Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI kepada Ikhsan Rahardjo, berikut ini. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINJAN 21
Comments
044 - Mengapa Bakteri Laut Indonesia Timur Jarang Diteliti?

043 - Apa Yang Salah Dengan Pendidikan Sains Kita?

Bertahun-tahun bapak-ibu guru bicara di depan kelas tentang rumus-rumus fisika, kimia, dan matematika. Sementara anak-anak pesimistis dengan manfaat pelajaran sains di sekolah. Apa yang salah dengan pendidikan sains kita? Simak penjelasan Intan Suci Nurhati, peneliti iklim dan kelautan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan fisikawan LIPI Haryo Sumowidagdo di Sains Sekitar Kita. Ceritanya disusun Ikhsan Rahardjo. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINJAN 21
Comments
043 - Apa Yang Salah Dengan Pendidikan Sains Kita?

042 - Djoko Tjahjono Iskandar, Pionir Penelitian Kodok

Sains sekitar kita kali ini menghadirkan pionir peneliti kodok dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Apa pentingnya meneliti kodok? Simak kisah yang disusun Ikhsan Rahardjo berikut ini. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINJAN 21
Comments
042 - Djoko Tjahjono Iskandar, Pionir Penelitian Kodok

041 - Apa Pentingnya Menjaga Kelestarian Katak dan Kodok?

Dalam budaya pop, katak atau kodok hanya dianggap hewan jelek jelmaan pangeran yang dikutuk penyihir jahat. Tidak anggun seperti gajah atau karismatik seperti singa. Tapi pasukan katak dan kodok tak pernah lupa menjalankan tugas mulia menjaga rantai makanan. Mereka juga jadi penanda kualitas lingkungan. Selengkapnya di Sains Sekitar Kita. Ceritanya disusun Ikhsan Rahardjo. Dibawakan Eka Jully. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINJAN 21
Comments
041 - Apa Pentingnya Menjaga Kelestarian Katak dan Kodok?

Latest Episodes

050 - Menengok Perjalanan Sistem Pemilu Di Indonesia Yang Terus Berubah

Tahun 1955 Indonesia menggelar pemilu pertamanya. Ilmuwan politik dari Australia Herbert Feith menyebut pemilu kala itu sebagai pemilu yang ultra demokratis. Sejak saat itu sistem pemilu terus berubah tiap ganti pemerintahan. Sampai di 2019, pemilu dilaksanakan serentak untuk memilih presiden dan legislatif. Apakah ini sistem terbaik? Simak di Sains Sekitar Kita. Disusun Ikhsan Raharjo. Dibawakan Malika. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINFEB 25
Comments
050 - Menengok Perjalanan Sistem Pemilu Di Indonesia Yang Terus Berubah

049 - Fanatisme Politik

Orang yang fanatik berlebihan bisa melakukan bias kognitif. Dia hanya mengambil informasi mana yang disuka saja. Gawatnya fanatisme buta masih bisa tumbuh subur di iklim politik yang demokratis. Selengkapnya di Sains Sekitar Kita bersama Guru Besar Fakultas Psikologi Politik Universitas Indonesia Profesor Hamdi Muluk. Disusun Ikhsan Rahardjo. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINFEB 11
Comments
049 - Fanatisme Politik

048 - Relasi Antara Politikus dan Anak Muda Baru Sebatas Simbolik

40 persen dari total pemilih pada pemilu 2019 adalah orang muda usia 17 sampai 35 tahun. Tak heran, aneka jurus dikeluarkan politikus untuk meraup sebanyak mungkin lumbung suara muda itu. Ada yang coba ganti gaya agar penampilan terlihat lebih muda sampai menggunakan istilah-istilah kekinian saat bicara di depan publik. Sayang, relasi antara politikus dan anak-anak muda ini rupanya masih sebatas simbolik saja. Selengkapnya di Sains Sekitar Kita. Disusun Ikhsan Rahardjo. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINFEB 4
Comments
048 - Relasi Antara Politikus dan Anak Muda Baru Sebatas Simbolik

047 - Cara Berbohong Profesional Seperti Kebanyakan Politikus

Sains sekitar kita kali ini akan membongkar jurus berpura-pura sakit alias malingering yang kerap digunakan politikus dan koruptor. Disusun Ikhsan Rahardjo. Dibawakan Naomi. Selamat mendengarkan. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINJAN 28
Comments
047 - Cara Berbohong Profesional Seperti Kebanyakan Politikus

046 - Hakim Juga Manusia, Mereka Punya Bias dalam Menghukum Terdakwa

Sains Sekitar Kita kali ini membahas hasil riset Yusti Probowati, profesor psikologi forensik pertama di Indonesia tentang bias para hakim ketika memutus perkara di ruang sidang. Selengkapnya seperti disusun Ikhsan Rahardjo berikut ini. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINJAN 21
Comments
046 - Hakim Juga Manusia, Mereka Punya Bias dalam Menghukum Terdakwa

045 - Dr Yosmina Tapilatu, Dari Ambon Sampai Prancis Meneliti Bakteri Laut Dalam

Sains Sekitar Kita kali ini menghadirkan Yosmina Tapilatu dan kecintaannya pada bakteri laut dalam. Kisahnya disusun Ikhsan Rahardjo. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINJAN 21
Comments
045 - Dr Yosmina Tapilatu, Dari Ambon Sampai Prancis Meneliti Bakteri Laut Dalam

044 - Mengapa Bakteri Laut Indonesia Timur Jarang Diteliti?

Sains Sekitar Kita mau mengajak kamu ke perairan Indonesia Timur yang punya banyak harta karun tapi tidak banyak diketahui orang. Simak cerita Yosmina Tapilatu dari Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI kepada Ikhsan Rahardjo, berikut ini. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINJAN 21
Comments
044 - Mengapa Bakteri Laut Indonesia Timur Jarang Diteliti?

043 - Apa Yang Salah Dengan Pendidikan Sains Kita?

Bertahun-tahun bapak-ibu guru bicara di depan kelas tentang rumus-rumus fisika, kimia, dan matematika. Sementara anak-anak pesimistis dengan manfaat pelajaran sains di sekolah. Apa yang salah dengan pendidikan sains kita? Simak penjelasan Intan Suci Nurhati, peneliti iklim dan kelautan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan fisikawan LIPI Haryo Sumowidagdo di Sains Sekitar Kita. Ceritanya disusun Ikhsan Rahardjo. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINJAN 21
Comments
043 - Apa Yang Salah Dengan Pendidikan Sains Kita?

042 - Djoko Tjahjono Iskandar, Pionir Penelitian Kodok

Sains sekitar kita kali ini menghadirkan pionir peneliti kodok dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Apa pentingnya meneliti kodok? Simak kisah yang disusun Ikhsan Rahardjo berikut ini. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINJAN 21
Comments
042 - Djoko Tjahjono Iskandar, Pionir Penelitian Kodok

041 - Apa Pentingnya Menjaga Kelestarian Katak dan Kodok?

Dalam budaya pop, katak atau kodok hanya dianggap hewan jelek jelmaan pangeran yang dikutuk penyihir jahat. Tidak anggun seperti gajah atau karismatik seperti singa. Tapi pasukan katak dan kodok tak pernah lupa menjalankan tugas mulia menjaga rantai makanan. Mereka juga jadi penanda kualitas lingkungan. Selengkapnya di Sains Sekitar Kita. Ceritanya disusun Ikhsan Rahardjo. Dibawakan Eka Jully. *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id

5 MINJAN 21
Comments
041 - Apa Pentingnya Menjaga Kelestarian Katak dan Kodok?