title

Radio Rodja 756 AM

Radio Rodja 756AM

3
Followers
0
Plays
Radio Rodja 756 AM
Radio Rodja 756 AM

Radio Rodja 756 AM

Radio Rodja 756AM

3
Followers
0
Plays
OVERVIEWEPISODESYOU MAY ALSO LIKE

Details

About Us

Radio Rodja 756am - Menebar Cahaya Sunnah

Latest Episodes

Pengikut Hukumnya Mengikuti Sesuatu Yang Dia Ikuti

Pengikut Hukumnya Mengikuti Sesuatu Yang Dia Ikutimerupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan olehUstadz DR. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. dalam pembahasanKitab Qawaa’idul Fiqhiyyah (Mukadimah Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fikih Islam). Kajian ini disampaikan pada 1 Ramadhan 1440 H/ 06 Mei 2019 M. Download kajian sebelumnya: Menggabungkan Beberapa Niat Dalam Satu Ibadah – Ushul Fiqih Kajian Islam Ilmiah Tentang Pengikut Hukumnya Mengikuti Sesuatu Yang Dia Ikuti Kajian kita pada kesempatan kali ini akan membahas tentang kaidah yang sangat luas cakupannya. Kaidah tersebut adalah kaidah yang sangat ringkas namun masalah yang dicakupnya sangat banyak sekali. التَّابِعُ تَابِعٌ “Pengikut itu hukumnya mengikuti sesuatu yang dia ikuti” Maksud dari kaidah ini adalah apabila ada sesuatu yang keberadaannya mengikuti sesuatu yang lain, maka hukumnya juga mengikuti sesuatu yang lain tersebut. Dalil ke-1 dari kaidah ini diantaranya adalah sabda Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ذَكَاةُ الْجَنِيْنِ ذَكَاةُ أُمِّهِ “Sembelihan janin itu mengikuti sembelihan induknya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Ketika kita menyembelih -misalnya- sapi dan ternyata ketika disembelih sapinya dalam keadaan ada anaknya di dalam perutnya. Ketika kita sembelih dan anaknya ketika keluar sudah mati, maka anak yang belum disembelih tersebut boleh kita makan walaupun sudah mati. Justru ketika sudah mati itulah hukumnya mengikuti sembelihan ibunya. Kalau induknya mati karena disembelih dengan cara yang syar’i, maka janin yang sudah mati tersebut boleh kita makan. Hal ini karena sembelihannya tersebut mengikuti sembelihan induknya. Berbeda kalau misalnya ketika induknya sudah disembelih, kemudian ketika kita membuka perutnya ternyata janinnya masih hidup, maka itu membutuhkan sembelihan yang lain lagi. Karena di sini seakan-akan dia sudah berdiri sendiri dan tidak mengikuti ibunya. Kalau matinya mengikuti ibunya, maka hukumnya mengikuti ibunya. Ketika induknya disembelih dan mati, akhirnya janinnya mati, maka sembelihan ibunya itu sudah cukup sebagai sembelihan janinnya. Ini menjadi dalil atau dasar akan benarnya kaidah yang sedang kita bahas. Dalil ke-2 yang menunjukkan benarnya kaidah yang sedang kita bahas adalah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: إنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ “Sesungguhnya imam tidaklah dijadikan sebagai imam kecuali untuk diikuti.” (Muttafaqun ‘alaih) Sehingga makmum harus mengikuti imamnya. Tidak boleh makmum menyendiri. Tidak boleh makmum mendahului. Makmum harus mengikuti imamnya.Misalnya imamnya lupa namun makmumnya tidak lupa, maka tetap ketika imam bersujud sahwi -walaupun makmum tidak lupa- makmum harus mengikuti imamnya dalam sujud sahwi. Sebaliknya juga demikian. Apabila imam tidak lupa dan makmum lupa, maka pada keadaan demikian makmum harus tetap mengikuti imam. Karena imannya tidak sujud sahwi, maka makmumnya juga tidak sujud sahwi. Karena kaidah kita adalah bahwa sesuatu yang mengikuti itu hukumnya mengikuti sesuatu yang dia ikuti. Dalil ke-3dari kaidah ini adalah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa barang siapa yang menjual pohon kurma ketika sedang berbunga dan sudah dikawinkan, maka buahnya milik penjual. Kecuali apabila pembeli mensyaratkan bahwa buah tersebut juga ikut dalamakad jual beli. Dalam hadits ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan hukum khusus pada jual beli pohon kurma ketika sedang berbunga. Kalau pohon kurma tersebut sedang berbunga dan sudah dikawinkan,

-1 s5 days ago
Comments
Pengikut Hukumnya Mengikuti Sesuatu Yang Dia Ikuti

Sifat Malu Dalam Islam

Sifat Malu Dalam Islam merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan olehUstadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.dalam pembahasanKitabAhsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman. Kajian ini disampaikan pada 10 Sya’ban 1440 H / 16 April 2019 M. Download juga kajian sebelumnya: Kisah Para Sahabat Nabi dalam Meraih Surga Kajian Tentang Sifat Malu Dalam Islam – Kitab Ahsanul Bayan 1. Sifat malu ini adalah bagian dari keimanan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma berkata bahwa suatu saat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melewati seseorang dari kalangan Anshar. Dia sedang menasehati saudaranya tentang masalah malu. kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: دَعْهُ ، فَإِنَّ الْـحَيَاءَ مِنَ الإيْمَـانِ. “Biarkan dia, karena sesungguhnya rasa malu itu bagian dari keimanan” (Muttafaqun ‘alaih) Maksudnya adalah jangan diingkari rasa malu yang ada padanya. Karena Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa rasa malu yang ada pada dia adalah bagian daripada keimanan. Jadi, rasa malu ini adalah bagian daripada iman. 2. Rasa Malu merupakan cabang dari cabang-cabang keimanan Yang ke-2 dari keutamaan rasa malu adalah bahwa rasa malu adalah cabang dari keimanan. Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: َاْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ َاْلإِيْمَانُ. “Iman itu memiliki tujuh puluh tiga cabang lebih atau enam puluh tiga cabang lebih. Yang paling afdzal dari cabang keimanan adalah perkataan Laa Ilaha Illallaah,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu adalah bagian dari keimanan.” (HR. Bukhari dan Muslim) Kemudiandi dalam hadits yang shahih dikeluarkan oleh Tirmidzi, dikeluarkan juga oleh Imam Ahmad dan yang lainnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: الحَيَاءُ وَالعِيُّ شُعْبَتَانِ مِنَ الإِيمَانِ ، وَالبَذَاءُ وَالبَيَانُ شُعْبَتَانِ مِنَ النِّفَاقِ “Rasa malu dan sedikit bicara adalah dua cabang daripada keimanan. Sedangkan berkata keji, banyak bicara merupakan cabang dari pada kemunafikan.” (HR. Tirmidzi, Ahmad dan yang lainnya) 3. Rasa Malu Kawannya Iman Kalau ada iman, maka akan ada rasa malu. Kalau iman itu hilang dari seseorang maka hilang rasa malunya. Jadi iman dan rasa malu itu berkawan. Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits yang shahih dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad kemudian juga dikeluarkan oleh Al-Hakim dan yang lainnya: اَلْحَيَاءُ وَالْإِيْمَانُ قُرَنَاءُ جَمِيْعًا، فإذا رُفِعَ أحدهما رُفِعَ الآخر “Rasa malu dan keimanan itu saling berkawan. Apabila salah satunya diangkat maka akan diangkat yang lainnya.” (HR. Bukhari dan yang lainnya) 4. Rasa malu itu bagian dari agama Islam Rasa malu itu bagian dari agama Islam bahkan rasa malu merupakan agama Islam secara keseluruhannya. Berkata seseorang, “Kami pernah di samping Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kemudian disebutlah tentang sifat malu di sisi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka berkata: يَـا رَسُوْلَ اللهِ َاْلحَيَاءُ مِنَ الدِّيـْنِ؟ “Wahai Rasulullah, rasa malu itu sebagian daripada agama.” Maka Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: بَـلْ هُوَ الدِّيـْنُ كُـلُّهُ “Justru rasa malu itu semua agama”,

-1 s5 days ago
Comments
Sifat Malu Dalam Islam

Apakah Kebaikan Sebelum Masuk Islam Tetap Dicatat Oleh Allah?

Apakah Kebaikan Sebelum Masuk Islam Tetap Dicatat Oleh Allah adalah bagian dari kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain) yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.pada 19 Syawwal 1440 H / 23 Juni 2019 M. Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDFdi sini Download mp3 kajian sebelumnya: Pahala Kebaikan Ditulis 10 sampai 700 Kali Lipat Kajian Hadits Tentang Apakah Kebaikan Sebelum Masuk Islam Tetap Dicatat Oleh Allah? Yang dimaksud dengan masa jahiliyah yaitu sebelum masuk Islam. Karena jahiliyah apabila dimutlakkan maksudnya adalah sebelum Islam. Adapun setelah masuk Islam maka tidak disebut lagi jahiliyyah.Yang disebut masa jahiliyah itu kalau dia belum masuk Islam. Makanya sebagian teman-teman yang hijrah berkata “dulu saya ketika masih masa jahiliyah” Kita katakan, “Antum mualaf? Kalau Antum muslim tidak bisa disebut sebagai masa jahiliyah.” Tapi kalau dikatakan, dulu waktu masih jahil, in...

-1 s6 days ago
Comments
Apakah Kebaikan Sebelum Masuk Islam Tetap Dicatat Oleh Allah?

Hadits Arbain Ke 9 – Kerjakan Perintah Semampunya dan Jangan Banyak Bertanya

Hadits Arbain Ke 9 – Kerjakan Perintah Semampunya dan Jangan Banyak Bertanyamerupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A.dalam pembahasan Al-Arba’in An-Nawawiyah (الأربعون النووية) atau kitabHadits ArbainNawawi Karya Imam Nawawi rahimahullahu ta’ala. Kajian ini disampaikan pada 12 Dzul Hijjah 1440 H / 13 Agustus 2019 M. Download juga kajian sebelumnya: Hadits Arbain Ke 8 – Mengajak Kepada Kalimat Syahadat Ceramah Agama Islam Tentang Hadits Arbain Ke 9 – Kerjakan Perintah Semampunya dan Jangan Banyak Bertanya Kita akan mempelajari bersama hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu yang merupakan hadits ke 9 dari rangkaian Al-Arba’in An-Nawawiyah. Dalam hadits ini Abu Hurairah mengatakan: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ ...

-1 s6 days ago
Comments
Hadits Arbain Ke 9 – Kerjakan Perintah Semampunya dan Jangan Banyak Bertanya

Pahala Kebaikan Ditulis 10 sampai 700 Kali Lipat

Pahala Kebaikan Ditulis 10 sampai 700 Kali Lipat adalah bagian dari kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain) yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.pada 15 Sya’ban 1440 H / 21 April 2019 M. Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDFdi sini Download mp3 kajian sebelumnya: Seorang Mukmin Takut Amalnya Batal Dalam Keadaan Ia Tidak Menyadarinya Kajian Hadits Tentang Pahala Kebaikan Ditulis 10 sampai 700 Kali Lipat Hadits ke-52: عَن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قال: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلامَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ، وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ ...

-1 s1 weeks ago
Comments
Pahala Kebaikan Ditulis 10 sampai 700 Kali Lipat

Khutbah Jumat Bulan Muharram Tentang Puasa Muharram

Khutbah Jumat Bulan Muharram Tentang Puasa Muharraminimerupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan olehUstadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 6 Muharram 1438 H. Khutbah Pertama – Khutbah Jumat Bulan Muharram Tentang Puasa Muharram إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه قال الله تعالى فى كتابه الكريم، ...

-1 s1 weeks ago
Comments
Khutbah Jumat Bulan Muharram Tentang Puasa Muharram

Hadits Arbain Ke 8 – Mengajak Kepada Kalimat Syahadat

Hadits Arbain Ke 8 – Mengajak Kepada Kalimat Syahadatmerupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A.dalam pembahasan Al-Arba’in An-Nawawiyah (الأربعون النووية) atau kitabHadits ArbainNawawi Karya Imam Nawawi rahimahullahu ta’ala. Kajian ini disampaikan pada 6 Dzul Qa’idah 1440 H / 09 Juli 2019 M. Download juga kajian sebelumnya: Hadits Arbain Ke 7 – Agama Adalah Nasihat Ceramah Agama Islam Tentang Hadits Arbain Ke 8 – Mengajak Kepada Kalimat Syahadat Kajian kali ini membahashadits arbain ke 8, yaitu hadits Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَ...

-1 s1 weeks ago
Comments
Hadits Arbain Ke 8 – Mengajak Kepada Kalimat Syahadat

Khutbah Jumat Tentang Kematian Seorang Mukmin Ditangisi Langit dan Bumi

Khutbah Jumat Tentang Kematian Seorang Mukmin Ditangisi Langit dan Bumiinimerupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan olehUstadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 29 Dzul Hijjah 1440 H / 30 Agustus 2019 M. Khutbah Pertama – Khutbah Jumat Tentang Kematian Seorang Mukmin Ditangisi Langit dan Bumi إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُوَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُ...

-1 s1 weeks ago
Comments
Khutbah Jumat Tentang Kematian Seorang Mukmin Ditangisi Langit dan Bumi

Seorang Mukmin Takut Amalnya Batal Dalam Keadaan Ia Tidak Menyadarinya

Seorang Mukmin Takut Amalnya Batal Dalam Keadaan Ia Tidak Menyadarinya adalah bagian dari kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain) yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.pada 8 Sya’ban 1440 H / 14 April 2019 M. Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDFdi sini Download mp3 kajian sebelumnya: Ciri-Ciri Orang Meninggal Masuk Surga Kajian Hadits Tentang Seorang Mukmin Takut Amalnya Batal Dalam Keadaan Ia Tidak Menyadarinya Kita sebagai seorang mukmin harus punya rasa khawatir/rasa takut bila amal kita dibatalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena saat kita melakukan pembatal-pembatal amal, menyebabkan akhirnya amal yang banyak kita lakukan itu ternyata sia-sia disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Banyak sekali perbuatan-perbuatan yang menyebabkan amal kita menjadi ditolak. Diantaranya: 1. Syirik Syirik baik yang besar maupun yang kecil. Adapun syirik besar maka ini membatalkan seluruh amal....

-1 s2 weeks ago
Comments
Seorang Mukmin Takut Amalnya Batal Dalam Keadaan Ia Tidak Menyadarinya

Hadits Tentang Rukun Islam Dibangun Diatas Lima

Hadits Tentang Rukun Islam Dibangun Diatas Lima adalah bagian dari kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain) yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.pada 2 Sya’ban 1440 H/ 08 April 2019 M. Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDFdi sini Download mp3 kajian sebelumnya: Untuk Siapa Loyalitas Seorang Mukmin? Kajian Hadits Tentang Hadits Tentang Rukun Islam Dibangun Diatas Lima Hadits yang ke-47: عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله ﷺ: بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ “Dari Abdullah bin Umar -semoga A...

-1 s2 weeks ago
Comments
Hadits Tentang Rukun Islam Dibangun Diatas Lima
the END

Latest Episodes

Pengikut Hukumnya Mengikuti Sesuatu Yang Dia Ikuti

Pengikut Hukumnya Mengikuti Sesuatu Yang Dia Ikutimerupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan olehUstadz DR. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. dalam pembahasanKitab Qawaa’idul Fiqhiyyah (Mukadimah Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fikih Islam). Kajian ini disampaikan pada 1 Ramadhan 1440 H/ 06 Mei 2019 M. Download kajian sebelumnya: Menggabungkan Beberapa Niat Dalam Satu Ibadah – Ushul Fiqih Kajian Islam Ilmiah Tentang Pengikut Hukumnya Mengikuti Sesuatu Yang Dia Ikuti Kajian kita pada kesempatan kali ini akan membahas tentang kaidah yang sangat luas cakupannya. Kaidah tersebut adalah kaidah yang sangat ringkas namun masalah yang dicakupnya sangat banyak sekali. التَّابِعُ تَابِعٌ “Pengikut itu hukumnya mengikuti sesuatu yang dia ikuti” Maksud dari kaidah ini adalah apabila ada sesuatu yang keberadaannya mengikuti sesuatu yang lain, maka hukumnya juga mengikuti sesuatu yang lain tersebut. Dalil ke-1 dari kaidah ini diantaranya adalah sabda Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ذَكَاةُ الْجَنِيْنِ ذَكَاةُ أُمِّهِ “Sembelihan janin itu mengikuti sembelihan induknya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Ketika kita menyembelih -misalnya- sapi dan ternyata ketika disembelih sapinya dalam keadaan ada anaknya di dalam perutnya. Ketika kita sembelih dan anaknya ketika keluar sudah mati, maka anak yang belum disembelih tersebut boleh kita makan walaupun sudah mati. Justru ketika sudah mati itulah hukumnya mengikuti sembelihan ibunya. Kalau induknya mati karena disembelih dengan cara yang syar’i, maka janin yang sudah mati tersebut boleh kita makan. Hal ini karena sembelihannya tersebut mengikuti sembelihan induknya. Berbeda kalau misalnya ketika induknya sudah disembelih, kemudian ketika kita membuka perutnya ternyata janinnya masih hidup, maka itu membutuhkan sembelihan yang lain lagi. Karena di sini seakan-akan dia sudah berdiri sendiri dan tidak mengikuti ibunya. Kalau matinya mengikuti ibunya, maka hukumnya mengikuti ibunya. Ketika induknya disembelih dan mati, akhirnya janinnya mati, maka sembelihan ibunya itu sudah cukup sebagai sembelihan janinnya. Ini menjadi dalil atau dasar akan benarnya kaidah yang sedang kita bahas. Dalil ke-2 yang menunjukkan benarnya kaidah yang sedang kita bahas adalah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: إنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ “Sesungguhnya imam tidaklah dijadikan sebagai imam kecuali untuk diikuti.” (Muttafaqun ‘alaih) Sehingga makmum harus mengikuti imamnya. Tidak boleh makmum menyendiri. Tidak boleh makmum mendahului. Makmum harus mengikuti imamnya.Misalnya imamnya lupa namun makmumnya tidak lupa, maka tetap ketika imam bersujud sahwi -walaupun makmum tidak lupa- makmum harus mengikuti imamnya dalam sujud sahwi. Sebaliknya juga demikian. Apabila imam tidak lupa dan makmum lupa, maka pada keadaan demikian makmum harus tetap mengikuti imam. Karena imannya tidak sujud sahwi, maka makmumnya juga tidak sujud sahwi. Karena kaidah kita adalah bahwa sesuatu yang mengikuti itu hukumnya mengikuti sesuatu yang dia ikuti. Dalil ke-3dari kaidah ini adalah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa barang siapa yang menjual pohon kurma ketika sedang berbunga dan sudah dikawinkan, maka buahnya milik penjual. Kecuali apabila pembeli mensyaratkan bahwa buah tersebut juga ikut dalamakad jual beli. Dalam hadits ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan hukum khusus pada jual beli pohon kurma ketika sedang berbunga. Kalau pohon kurma tersebut sedang berbunga dan sudah dikawinkan,

-1 s5 days ago
Comments
Pengikut Hukumnya Mengikuti Sesuatu Yang Dia Ikuti

Sifat Malu Dalam Islam

Sifat Malu Dalam Islam merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan olehUstadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.dalam pembahasanKitabAhsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman. Kajian ini disampaikan pada 10 Sya’ban 1440 H / 16 April 2019 M. Download juga kajian sebelumnya: Kisah Para Sahabat Nabi dalam Meraih Surga Kajian Tentang Sifat Malu Dalam Islam – Kitab Ahsanul Bayan 1. Sifat malu ini adalah bagian dari keimanan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma berkata bahwa suatu saat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melewati seseorang dari kalangan Anshar. Dia sedang menasehati saudaranya tentang masalah malu. kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: دَعْهُ ، فَإِنَّ الْـحَيَاءَ مِنَ الإيْمَـانِ. “Biarkan dia, karena sesungguhnya rasa malu itu bagian dari keimanan” (Muttafaqun ‘alaih) Maksudnya adalah jangan diingkari rasa malu yang ada padanya. Karena Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa rasa malu yang ada pada dia adalah bagian daripada keimanan. Jadi, rasa malu ini adalah bagian daripada iman. 2. Rasa Malu merupakan cabang dari cabang-cabang keimanan Yang ke-2 dari keutamaan rasa malu adalah bahwa rasa malu adalah cabang dari keimanan. Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: َاْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ َاْلإِيْمَانُ. “Iman itu memiliki tujuh puluh tiga cabang lebih atau enam puluh tiga cabang lebih. Yang paling afdzal dari cabang keimanan adalah perkataan Laa Ilaha Illallaah,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu adalah bagian dari keimanan.” (HR. Bukhari dan Muslim) Kemudiandi dalam hadits yang shahih dikeluarkan oleh Tirmidzi, dikeluarkan juga oleh Imam Ahmad dan yang lainnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: الحَيَاءُ وَالعِيُّ شُعْبَتَانِ مِنَ الإِيمَانِ ، وَالبَذَاءُ وَالبَيَانُ شُعْبَتَانِ مِنَ النِّفَاقِ “Rasa malu dan sedikit bicara adalah dua cabang daripada keimanan. Sedangkan berkata keji, banyak bicara merupakan cabang dari pada kemunafikan.” (HR. Tirmidzi, Ahmad dan yang lainnya) 3. Rasa Malu Kawannya Iman Kalau ada iman, maka akan ada rasa malu. Kalau iman itu hilang dari seseorang maka hilang rasa malunya. Jadi iman dan rasa malu itu berkawan. Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits yang shahih dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad kemudian juga dikeluarkan oleh Al-Hakim dan yang lainnya: اَلْحَيَاءُ وَالْإِيْمَانُ قُرَنَاءُ جَمِيْعًا، فإذا رُفِعَ أحدهما رُفِعَ الآخر “Rasa malu dan keimanan itu saling berkawan. Apabila salah satunya diangkat maka akan diangkat yang lainnya.” (HR. Bukhari dan yang lainnya) 4. Rasa malu itu bagian dari agama Islam Rasa malu itu bagian dari agama Islam bahkan rasa malu merupakan agama Islam secara keseluruhannya. Berkata seseorang, “Kami pernah di samping Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kemudian disebutlah tentang sifat malu di sisi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka berkata: يَـا رَسُوْلَ اللهِ َاْلحَيَاءُ مِنَ الدِّيـْنِ؟ “Wahai Rasulullah, rasa malu itu sebagian daripada agama.” Maka Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: بَـلْ هُوَ الدِّيـْنُ كُـلُّهُ “Justru rasa malu itu semua agama”,

-1 s5 days ago
Comments
Sifat Malu Dalam Islam

Apakah Kebaikan Sebelum Masuk Islam Tetap Dicatat Oleh Allah?

Apakah Kebaikan Sebelum Masuk Islam Tetap Dicatat Oleh Allah adalah bagian dari kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain) yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.pada 19 Syawwal 1440 H / 23 Juni 2019 M. Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDFdi sini Download mp3 kajian sebelumnya: Pahala Kebaikan Ditulis 10 sampai 700 Kali Lipat Kajian Hadits Tentang Apakah Kebaikan Sebelum Masuk Islam Tetap Dicatat Oleh Allah? Yang dimaksud dengan masa jahiliyah yaitu sebelum masuk Islam. Karena jahiliyah apabila dimutlakkan maksudnya adalah sebelum Islam. Adapun setelah masuk Islam maka tidak disebut lagi jahiliyyah.Yang disebut masa jahiliyah itu kalau dia belum masuk Islam. Makanya sebagian teman-teman yang hijrah berkata “dulu saya ketika masih masa jahiliyah” Kita katakan, “Antum mualaf? Kalau Antum muslim tidak bisa disebut sebagai masa jahiliyah.” Tapi kalau dikatakan, dulu waktu masih jahil, in...

-1 s6 days ago
Comments
Apakah Kebaikan Sebelum Masuk Islam Tetap Dicatat Oleh Allah?

Hadits Arbain Ke 9 – Kerjakan Perintah Semampunya dan Jangan Banyak Bertanya

Hadits Arbain Ke 9 – Kerjakan Perintah Semampunya dan Jangan Banyak Bertanyamerupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A.dalam pembahasan Al-Arba’in An-Nawawiyah (الأربعون النووية) atau kitabHadits ArbainNawawi Karya Imam Nawawi rahimahullahu ta’ala. Kajian ini disampaikan pada 12 Dzul Hijjah 1440 H / 13 Agustus 2019 M. Download juga kajian sebelumnya: Hadits Arbain Ke 8 – Mengajak Kepada Kalimat Syahadat Ceramah Agama Islam Tentang Hadits Arbain Ke 9 – Kerjakan Perintah Semampunya dan Jangan Banyak Bertanya Kita akan mempelajari bersama hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu yang merupakan hadits ke 9 dari rangkaian Al-Arba’in An-Nawawiyah. Dalam hadits ini Abu Hurairah mengatakan: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ ...

-1 s6 days ago
Comments
Hadits Arbain Ke 9 – Kerjakan Perintah Semampunya dan Jangan Banyak Bertanya

Pahala Kebaikan Ditulis 10 sampai 700 Kali Lipat

Pahala Kebaikan Ditulis 10 sampai 700 Kali Lipat adalah bagian dari kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain) yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.pada 15 Sya’ban 1440 H / 21 April 2019 M. Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDFdi sini Download mp3 kajian sebelumnya: Seorang Mukmin Takut Amalnya Batal Dalam Keadaan Ia Tidak Menyadarinya Kajian Hadits Tentang Pahala Kebaikan Ditulis 10 sampai 700 Kali Lipat Hadits ke-52: عَن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قال: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلامَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ، وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ ...

-1 s1 weeks ago
Comments
Pahala Kebaikan Ditulis 10 sampai 700 Kali Lipat

Khutbah Jumat Bulan Muharram Tentang Puasa Muharram

Khutbah Jumat Bulan Muharram Tentang Puasa Muharraminimerupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan olehUstadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 6 Muharram 1438 H. Khutbah Pertama – Khutbah Jumat Bulan Muharram Tentang Puasa Muharram إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه قال الله تعالى فى كتابه الكريم، ...

-1 s1 weeks ago
Comments
Khutbah Jumat Bulan Muharram Tentang Puasa Muharram

Hadits Arbain Ke 8 – Mengajak Kepada Kalimat Syahadat

Hadits Arbain Ke 8 – Mengajak Kepada Kalimat Syahadatmerupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A.dalam pembahasan Al-Arba’in An-Nawawiyah (الأربعون النووية) atau kitabHadits ArbainNawawi Karya Imam Nawawi rahimahullahu ta’ala. Kajian ini disampaikan pada 6 Dzul Qa’idah 1440 H / 09 Juli 2019 M. Download juga kajian sebelumnya: Hadits Arbain Ke 7 – Agama Adalah Nasihat Ceramah Agama Islam Tentang Hadits Arbain Ke 8 – Mengajak Kepada Kalimat Syahadat Kajian kali ini membahashadits arbain ke 8, yaitu hadits Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَ...

-1 s1 weeks ago
Comments
Hadits Arbain Ke 8 – Mengajak Kepada Kalimat Syahadat

Khutbah Jumat Tentang Kematian Seorang Mukmin Ditangisi Langit dan Bumi

Khutbah Jumat Tentang Kematian Seorang Mukmin Ditangisi Langit dan Bumiinimerupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan olehUstadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 29 Dzul Hijjah 1440 H / 30 Agustus 2019 M. Khutbah Pertama – Khutbah Jumat Tentang Kematian Seorang Mukmin Ditangisi Langit dan Bumi إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُوَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُ...

-1 s1 weeks ago
Comments
Khutbah Jumat Tentang Kematian Seorang Mukmin Ditangisi Langit dan Bumi

Seorang Mukmin Takut Amalnya Batal Dalam Keadaan Ia Tidak Menyadarinya

Seorang Mukmin Takut Amalnya Batal Dalam Keadaan Ia Tidak Menyadarinya adalah bagian dari kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain) yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.pada 8 Sya’ban 1440 H / 14 April 2019 M. Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDFdi sini Download mp3 kajian sebelumnya: Ciri-Ciri Orang Meninggal Masuk Surga Kajian Hadits Tentang Seorang Mukmin Takut Amalnya Batal Dalam Keadaan Ia Tidak Menyadarinya Kita sebagai seorang mukmin harus punya rasa khawatir/rasa takut bila amal kita dibatalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena saat kita melakukan pembatal-pembatal amal, menyebabkan akhirnya amal yang banyak kita lakukan itu ternyata sia-sia disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Banyak sekali perbuatan-perbuatan yang menyebabkan amal kita menjadi ditolak. Diantaranya: 1. Syirik Syirik baik yang besar maupun yang kecil. Adapun syirik besar maka ini membatalkan seluruh amal....

-1 s2 weeks ago
Comments
Seorang Mukmin Takut Amalnya Batal Dalam Keadaan Ia Tidak Menyadarinya

Hadits Tentang Rukun Islam Dibangun Diatas Lima

Hadits Tentang Rukun Islam Dibangun Diatas Lima adalah bagian dari kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain) yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.pada 2 Sya’ban 1440 H/ 08 April 2019 M. Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDFdi sini Download mp3 kajian sebelumnya: Untuk Siapa Loyalitas Seorang Mukmin? Kajian Hadits Tentang Hadits Tentang Rukun Islam Dibangun Diatas Lima Hadits yang ke-47: عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله ﷺ: بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ “Dari Abdullah bin Umar -semoga A...

-1 s2 weeks ago
Comments
Hadits Tentang Rukun Islam Dibangun Diatas Lima
the END

Listen Now On Himalaya